oleh

Rapat Kelanjutan Terkait Harga Singkong Di Lampung Utara

Lampung Utara,Borneo Indonesia.com — Rapat yang dilaksanakan di ruang Siger Kantor Pemkab Lampung Utara pada Selasa, 27 Oktober 2020 . Rapat lanjutan tersebut bertujuan untuk menyepakati hasil musyawarah antara pemerintah dengan masyarakat serta beberapa pihak perusahaan di Lampung Utara.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Lampung Utara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, perwakilan dari beberapa perusahaan di Lampung Utara, perwakilan masyarakat pekerja tani, dan awak media.

Hasil keputusan yang di keluarkan dan disahkan memiliki tiga point antara lain;

1.Untuk sementara perwakilan petani Lampung Utara, dapat menerima harga singkong yang ditawarkan oleh pihak perushaan, PT. Teguh Wibawa Bhakti Persada dengan rincian harga Rp.850,00 per kilogramnya serta potongan 20% dan harga singkong yang di tawarkan oleh pihak perusahaan PT. Budi Starch and Sweetener, dengan rincian harga Rp.800,00 per kilogramnya serta potongan 10-15%, yang akan diumumkan ke dalam nota pembelian singkong.

2.Pihak-pihak perusahaan akan melakukan koordinasi dan negosiasi kepada para manajemen perusahaan, terkait dengab tuntutan harga yang ditawarkan oleh para perwakilan petani Lampung Utara, terdiri dari harga singkong yang diterima petani serendah-rendahnya adalah Rp.1000,00 per kilogram dan potongan 10-15% tanpa diikuti potongan-potongan secara ilegal, sedangkan interval waktu yang diberikan terhadap tanggapan tuntutan harga dari petani tersebut adalah 15 hari terhitung sejak berita acara ditandatangani oleh para pihak, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara, akan melakukan tindakan penghentian sementara produksi tapioka oleh seluruh perusahaan tapioka yang terdapat di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

3.Seiring dengan butir kesepakatan diatas para sepakat untuk bersama-sama membentuk Tim Monitoring Harga Singkong di wilayah Kabupaten Lampung Utara, yang bertugas mencari solusi terkait dengan permasalahan hatga singkong yang diberlakukan oleh pihak perusahaan tapioka yang beroperasi dalam wilayah Kabupaten Lampung Utara.

Keputusan tersebut telah dimusyawarahkan secara terinci dengan terbuka dan transparan, demi memenuhi permintaan kesejahteraan masyarakat petani di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

(Bwr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed