oleh

Wakil Ketua II DPRD: Agustinus Tenau Menilai Jantung Ibukota Maybrat Kumuh

Maybrat, Borneoindonesia.com – Wakil ketua II DPRD kabupaten Maybrat Agustinus Tenau S Sos,M.Si melakukan penjaringan aspirasi masyarakat (asmara) di Dapil I wilayah Aifat raya yang dipusatkan di kumurkek, ibukota kabupaten Maybrat,(Selasa 17/11/2020).

Di sela-sela penjaringan Asmara itu, Agustinus Tenau mendapat masukan dan saran oleh warga masyarakat terkait program diusulkan seperti”jalan, jembatan, Drainase,serta Air bersih.

“Terkesan mulai dari tahun pertama berdirinya ibukota kabupaten Maybrat dikumurkek yang sekarang sudah berusia 11 tahun, kumurkek itu menjadi pusat penyelenggaraan pemerintahan namun yang menjadi realitanya kumurkek sebagai ibukota yang kumuh dan mati tidak ada pembangunan.

Banyak orang yang bertanya ibukota kabupaten Maybrat itu dimana ka? Kumurkek ko seperti itu se? Tidak ada nampak pembangunan? Tidak ada nampak tata ruang kota? Pertanyaan seperti itu membuat anggota DPRD Maybrat itu menjadi tersinggung.

“Kita lihat kumurkek tidak identik dengan Aifat, tidak identik dengan partai X dan partai Y tetapi kumurkek adalah pusat pemerintahan berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 2009, kemudian direvisi menjadi peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2019, maka tidak ada toleransi dan wajib Hukum harus di bagun karena itu menjadi potret penyelenggaraan pemerintahan yang saat ini berjalan”ujar Agustinus Tenau.

Nah,Program yang sudah diusulkan oleh 7 kampung dan para tokoh melalui mukam dan Musrenbang, progam vital yang di usulkan tidak pernah direspon baik oleh pemerintah.

“Pemerintah kabupaten Maybrat harus memberikan perhatian terkait program prioritas yang harus di usulkan di ibukota untuk dibangun seperti jalan lingkungan sepanjang 4 km Drainase. Mengapa jalan dan drainase menjadi urgent dalam potret ibukota.

Kami di ibukota sangat merasa betul jika musim panas ada efek negatifnya seperti bau, jika musim hujan terjadi banjir yang menyebabkan kerugian yang luar biasa, ada jembatan yang menghubungkan antara SMP dan SMA yang belum dikerjakan maka perlu adanya perhatian dari dinas terkait.

Agustinus Tenau berharap”mari kita lupakan politik dan perbedaan sehingga kita jadikan kumurkek sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan.

” Kami akan perjuangkan ini melalui pembahasan KUA-PPAS dan RAPBD tahun 2021 natalnya”tutup Agustinus Tenau.

Reporter: Ones semunya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed