oleh

Zona Merah, Kapolres Rohul Pantau, Lima Kecamatan Sidang di Tempat Bagi Warga Yang Tak Pakai Masker

Rokan Hulu, Borneoindonesia.com – PASIR PANGARAIAN- Saat ini penularan Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/ 2021 Masehi kian meningkat dan sudah mengkhawatirkan.

Hasil rapat Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Rohul hingga Selasa 4 Mei 2021, 76 warga Rohul meninggal dunia diduga terkonfirmasi positif Covid-19, 73 orang dirawat, sedangkan 286 orang lainnya tengah menjalani isolasi mandiri.

Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, Plh Bupati Rohul H. Abdul Haris, bersama Kapolres‎ Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, perwakilan Prumda Rokan Hulu Jaya Rosidi Husein, dan Tim Satgas Covid-19 gelar Operasi Yustisi dan sidang ditempat bagi warga tak kenakan masker yang dipusatkan di Pasar Modern Kampung Padang, Selasa 4 Mei 2021.

Disela sela pantauan, diakui Plh Bupati Rohul juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Rohul mengaku, ada tiga surat edaran Tim Satgas Covid-19 kabupaten yang tengah disusun dan segera difinalkan.

Ketiga surat edaran itu, terkait menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sesuai surat edaran Kementerian Agama atau Kemenag.

Kemudian, Tim Satgas juga akan nengeluarkan surat edaran untuk dunia usaha yang melakukan usaha harian agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan mematuhi jam buka atau operasional.‎

Walauoun demikian Abdul Haris nengaku, Tim Satgas Covid-19 akan menyesuaikan aturan dengan Kota Pekanbaru untuk ketiga surat edaran segera difinalkan.

“Rabu 5 Mei 2021 esok surat edaran akan kita finalkan, baru kita dapatkan sesuai dengan‎ yang diberlakukan di zona Provinsi Riau. Kita masih menunggu, dan nanti kita finalkan,” ucap Plh Bupati.

Surat edaran ketiga, Abdul Haris mengajui dikhususkan untuk perusahaan perkebunan atau pabrik kelapa sawit (PKS) agar memperketat Prokes di lingkungan perusahaan masing-masing.

Bagi setiap karyawan perusahaan perkebunan atau karyawan PKS‎ yang baru keluar daerah dan kembali lagi ke wilayah Rohul, mereka harus menjalani rapid test lebih dahulu.

“Kemudian juga harus ada fasilitas isolasi mandiri di perusahaan,” tegas Haris.

Abdul Haris yang juga menjabat Sekda Rohul, mengaku saat ini seluruh desa di Kabupaten Rohul sudah mendirikan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).Malahan seperti di Desa Kumain Kecamatan Tandun, telah menerapkan larangan bagi orang luar desa agar tidak masuk ke desa mereka.

“Untuk mengantarkan barang jualan saja, hanya bisa sampai di gerbang desa Kumain. Hal ini sudah cukup ketat dibererlakukan desa upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19,”‎ ungkap Plh Bupati.

“Harapkan kita, dengan apa yang sudah kita lakukan beberapa waktu kedepan bersama Polri, TNI dan pihak terkait laimnya mudah-mudahan Rohul keluar dari zona merah sesuai target kita,” ucap Abdul Haris.

Abdul Haris mengaku, hingga kini ada lima kecamatan di Kabupaten Rohul yang masuk zona merah, yakni Kecamatan Rambah, Ujung Batu, Pagaran Tapah Darussalam, Pendalian IV Koto, dan‎ Kecamatan Tambusai Utara.

Baik siang maupun malam, kini Tim Satgas Covid-19 terus berupaya dalam menanggulangi virus mematikan tersebut. Namun bila hanya pihaknya saja dari Tim Satgas, mungkin tidak akan mampu menanggulanginya. Masyarakat dan semua komponen mau bahu-membahu berkolaborasi, ini semua akan bisa dihadapi.

Kini kata Abdul Haris, jumlah positif Covid-19 di Rohul per Selasa 4 Mei 2021, dari informasi terdata 367 orang terkonfirmasi, baik sedang dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Ruang Isolasi di RSUD Rohul Penuh Ditanya kabar ruang isolasi di RSUD Rohul sudah penuh, Abdul Haris mengakui dari jumlah ruang yang ada sudah terisi di atas 70 persen, termasuk pada empat rumah sakit rujukan Covid 19 di Rohul.

Dengan banyaknya ruang isolasi yang terpakai, semua pihak harus komitmen mematuhi Prokes, serta mematuhi anjuran pemerintah.‎ Pemerintah sayang dengan masyarakat, bukan ingin menyusahkan masyarakat.
Kapolres Ajak Masyarakat Putus Mata Rantai Covid 19

Sedangkam Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat menyatakan, Operasi Yustisi dilakukan di Pasar Modern, karena di tempat ini kerumunan atau tempat berkonsentrasi masyarakat berkumpul antara penjual dan pembeli.

Dari pantauan bersama Plh Bupat sebut Kapolres, sebagian besar masyarakat di Pasar Modern sudah banyak menggunakan masker, baik pedagang maupun pembeli.‎

Kapolres mengajak‎ peran aktif masyarakat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan mempedomani dan mentaati Prokes, serta tetap menggunakan masker.

Satu jam operasi kata Taufiq, ada sepuluh warga yang tidak pakai masker dan mereka dilakukan sidang di tempat dengan melibatkan Majelis Hakim dan Panitera dari Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian, dan Jaksa dari Kejari Rohul. Mereka yang melanggar Prokes diberi sanksi berupa denda.

Dirinya mengimbau, agar masyarakat bukan hanya pakai masker bukan saat petugas datang, baik petugas Kepolisian, TNI dan Satpol PP.

“Masker ini untuk dirinya sendiri dan orang lain, bukan karena ada petugas datang baru pakai masker,” tegas Taufiq.‎

Kapolres berharap, agar semua pihak atau elemen bisa bekerja keras dalam menanggulangi dan mengendalikan, jangan sampai bertambah terkonfirmasi Covid-19. Masyarakat juga diingatkan lagi selalu mentaati Prokes.

Dengan bertambahnya zona merah di Rohul, dari tiga menjadi lima kecamatan, Kepolisian akan tingkatkan Operasi Yustisi dengan melakukan tiga kali sehari, mulai pagi, dilanjutkan sore dan malam hari.‎

Operasi Yustisi juga dilakukan‎ di Polsek-Polsek jajaran bersama Satpol PP dari Pemda, serta personel TNI dari Koramil.

“Sehingga betul-betul kita berupaya maksimal mendisiplinkan masyarakat, agar tetap mematuhinya protokol kesehatan,” harap Kapolres.

Humas Polres Rohul)/ Ronggur G / Reporter RoHul.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed